
Ramadhan merupakan bulan yang paling dinantikan sekaligus dirindukan oleh Ummat Islam. Bulan yang penuh ampunan, bulan turunnya Al-Qur’an, bulan dilipatgandakan pahala dan banyak lainnya keistimewaan bulan Ramadhan.
Maka tidak heran kesempatan ini menjadi ajang berlomba-lomba mengejar pahala dan memperbanyak kebaikan di bulan suci yang hanya 1 x dalam setahun ini. Tidak hanya di negara-negara timur tengah saja, pemandangan penuh inspirasi dan nilai-nilai kebaikan banyak kita lihat di negara-negara muslim lainnya. Di negara Mesir sendiri dikenal dengan istilah Maidaturrahman.

Maidaturrahman (dari bahasa Arab: Ma’idat al-Rahman) secara harfiah berarti “hidangan dari kasih sayang Allah”. Penamaan ini digunakan agar umat Islam dapat saling mengasihi dan menyayangi melalui berbagi makanan, mencerminkan sifat kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Tradisi khas Mesir selama bulan Ramadan ini berbentuk jamuan buka puasa gratis, di mana meja-meja panjang digelar di jalanan untuk siapa saja, termasuk fakir miskin dan musafir, sebagai wujud sedekah dan solidaritas. Lokasinya biasa di jalanan, depan pertokoan atau tenda-tenda khusus, seperti yang diselenggarakan di Masjid-masjid. Adapun menu yang dihidangkan Biasanya berupa makanan lengkap (nasi, ayam/daging, sup, roti), selain ta’jil berupa kurma, Jus dan makanan ringan.

Begitupun dengan Diniyyah Al-Azhar, sejak 2010 konsisten menyediakan hidangan buka puasa gratis bagi masyarakat baik sekitar maupun yang melintas di Sungai kambang.
Kegiatan ini menjadi simbol kedermawanan dan solidaritas sosial, membantu musafir, mahasiswa, pekerja, dhuafa yang berbuka di jalan atau lebih tepatnya memuliakan orang yang berpuasa.
Hadits Nabi SAW menyebutkan:
“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah).
Kegiatan ini digelar dengan kepanitian yang telah dibentuk 3 Bulan sebelum masuknya bulan Ramadhan dengan partisipasi shodaqoh dari Guru, Karyawan, Walimurid dan Murid. Hidangannya juga layaknya acara kenduri dengan prasmanan stainless steel dan lauk yang beragam. Dengan suasana ala timur tengah kilauan lampu-lampu yang hanya dipasang khusus di bulan Ramadhan bertempat di Halaman utama kampus II Diniyyah Al-Azhar Sungai kambang.

Setiap harinya masyarakat berdatangan mulai dari Jam 5 sore sampai sebelum adzan Isya’. Paling sedikit setiap harinya disiapkan sebanyak 200 porsi dengan lauk yang bervariasi dari protein Ayam, Ikan dan Telur dengan cita rasa khas Indonesia.
Masyarakat bisa langung datang tanpa harus registrasi ataupun mengambil kupon terlebih dahulu. Panitia akan menyambut dan melayani dengan penuh khidmat layaknya menyambut keluarga.
Disampaikan oleh panitia, kami senang bisa berbagi kepada sesama. Apalagi di bulan yang mulia ini, bulan dimana segala kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. Ungkap Aulia selaku ketua panitia Maidaturrahman 2026.
Di Diniyyah Al-Azhar sangat terasa kegiatan ruhiyah seperti ini sangat sering diadakan dan menjadi inspirasi bagi banyak kalangan, membuat kami merasa berbahagia dapat turut serta menjadi bagian dalam amal kebaikan ini. Dan terimakasih kami ucapkan atas partisipasi Guru, Karyawan, Walimurid dan Murid Diniyyah Al-Azhar, kami berharap kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahunnya, tambahnya.
Diniyyah Al-Azhar tepat berada di jantung kota Jambi, diantara pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Apalagi sederetan jalan kolonel Amir hamzah terdapat lebih dari 30 butik yang menjual berbagai fashion muslim dan menjadi pusat Fashion muslim di kota Jambi.
Diniyyah Al-Azhar kampus kota Jambi ini merupakan cabang pertama dari Diniyyah Al-Azhar yang telah tersertifikasi cabang resmi Al-Azhar Mesir dan dengan kurikulum Cambridge berdiri sejak 38 tahun yang lalu. Berbagai Inovasi dan prestasi menjadikannya lembaga pendidikan yang terus berkembang dan menjadi institusi pendidikan islam terbesar dengan unit pendidikan terlengkap di Provinsi Jambi.
Tradisi ifthar gratis yang digelar konsisten hampir 2 dekade tersebut kini tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga simbol kepedulian, kebersamaan dan nilai kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat.
DIAZ Media

