Dubes Palestina di Al-Azhar Diniyyah Jambi: Cinta Tanah Air dan Doa Jadi Kekuatan Generasi Muda

JAMBI – STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi menggelar Kuliah Umum bertema “Membangun Generasi Qur’ani Berdaya Saing Global: Integrasi Nilai Islam, Karakter, dan Keilmuan Modern” di Ballroom STKIP–STIT Al-Azhar Diniyyah, Pematang Sulur, Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 ini menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Bapak Abdalfattah AK Alsattari, sebagai narasumber.

Kuliah umum mencakup mahasiswa, dosen, dan tamu undangan, termasuk tamu dari luar kampus. Rangkaian acara berjalan lengkap, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lagu kebangsaan, Berbagai Ketua STKIP, paparan pembicara, sesi tanya jawab, penyerahan cenderamata berupa sertifikat, hingga foto bersama dan doa penutup. Kegiatan ini juga disiarkan langsung melalui akun Instagram resmi @alazharjambi , sehingga dapat disaksikan publik yang lebih luas.

Isi sambutannya, Ketua STKIP Al-Azhar Diniyyah Jambi, Dr. H. Abdul Muhaimin El Yusufi, B.Sy.E., ME, menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Alsattari yang telah menempuh perjalanan jauh untuk berbagi ilmu dengan semangat. Ucapan terima kasih juga beliau tujukan kepada para pimpinan lembaga, tokoh masyarakat, dan tamu undangan dari Kota Jambi yang meluangkan waktunya untuk menghadiri acara.

Mengangkat tema kuliah umum, beliau menyebut generasi Qur’ani bukan sekadar generasi yang fasih membaca mushaf. Menurutnya, generasi Qur’ani adalah mereka yang membaca dunia dengan ilmu dan menjawab tantangan zaman dengan akhlak. Iman dan ilmu, katanya, harus berjalan beriringan agar mahasiswa kelak mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri.

Soal Palestina, beliau menegaskan bahwa isu tersebut bukanlah isu yang jauh, melainkan bagian dari iman dan kemanusiaan. Komitmen Diniyyah Al-Azhar, katanya, diwujudkan secara konsisten melalui aksi solidaritas, edukasi empati kepada peserta didik, dan penggalangan dana kemanusiaan. Salah satu contohnya adalah Konser Peduli Palestina pada penutupan DIAZ Expo 2026 di Jambi, 14 Februari 2026, yang menghimpun donasi dari para siswa, guru, dan wali murid.

Dia juga mengisyaratkan perkembangan terbaru yang terus memantau sivitas akademika, mulai dari krisis akses bantuan kemanusiaan hingga tekanan yang dialami warga di Tepi Barat dan Gaza. Kabar tersebut, katanya, tidak boleh membuat putus asa, melainkan mengingatkan untuk berbuat sesuai kemampuan sambil mengandalkan pertolongan Allah. Sebelum mengakhiri perayaannya, beliau mengajak seluruh hadirin berdoa untuk Palestina, serta berharap pertemuan hari itu bukan yang terakhir dan membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak Kedutaan Besar Palestina.

Pak Alsattari membuka pemaparannya dengan salam hormat dan ucapan selamat datang kepada seluruh undangan. Beliau memilih teks berbicara langsung dari dalam hati, tanpa terikat pidato formal, agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan tulus.

Dalam pemaparan awalnya, beliau menggarisbawahi dua poin utama yang ingin disampaikan: peran Al-Azhar dan apresiasi hangatnya untuk Jambi. Untuk poin kedua, beliau bahkan menyebut Jambi sebagai “kota yang tercinta, kota Jambi” , sebelum melanjutkan ke inti materi.

Menurut Mr. Alsattari, Al-Azhar mengemban misi mulia dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang murni, terhindar dari pemahaman ekstrem, serta berkonsentrasi pada penguatan akidah.

Beliau lalu mengenang masa kecilnya di Gaza, tempat Al-Azhar berdiri sejak tahun 1958 dan berkembang menjadi universitas pada tahun 1991. Di sanalah, tutur beliau, pendidikan membentuk rasa cinta tanah air. Rasa itu juga tumbuh dari pesan almarhumah ibundanya dan para gurunya, yaitu untuk terus memperjuangkan hak atas tanah Palestina.

Dalam bagian lain pemaparannya, Pak Alsattari mengajak hadirin memahami kitab Allah. Beliau menegaskan keyakinannya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan kemenangan kepada bangsa Palestina di dalam Al-Qur’anul Karim. Menurut beliau, janji itu diperkuat oleh Rasulullah SAW melalui berbagai hadis sahih.

Pembahasan kemudian berlanjut pada cobaan berat dan ketetapan Allah. Beliau mengutip Surat Al-Isra yang menjelaskan ketetapan Allah mengenai Bani Israil, yaitu bahwa mereka akan melakukan kerusakan sebanyak dua kali di muka bumi, sebelum nantinya Allah mengutus para hamba-Nya.

Sesi tanya jawab diikuti dua penanya. Penanya pertama adalah seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STKIP/STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi, Laelur Mas’asni Asri. Ia menanyakan langkah konk

 

ret dan terbaik yang paling dibutuhkan dari generasi muda muslim di era digital, agar dukungan kepada Palestina tidak hanya sebatas ucapan lisan.

Bapak Alsattari mengawali penjelasan dengan tekanan pentingnya doa, karena doa merupakan inti dari ibadah. Beliau mengharapkan doa yang tulus dari bangsa Indonesia, khususnya para pemuda-mudi yang hidup di era digital. Beliau juga menjelaskan bahwa perjuangan dan kecintaan terhadap tanah air Palestina ditanamkan sejak dini melalui pendidikan di sekolah dan bimbingan para guru, agar generasi muda senantiasa mencintai tanah airnya dan tidak melupakan perjuangan saudara-saudara di Palestina.

Penanya kedua juga mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan. Menanganggapinya, Pak Alsattari justru mengatakan bahwa dirinya ingin belajar dari Indonesia. Menurut beliau, penduduk Indonesia yang jumlahnya mencapai 300 juta jiwa dapat dipersatukan oleh satu bahasa dan satu bendera. Oleh karena itu, bukan para pelajar yang harus belajar dari Palestina, melainkan memikirkan yang patut belajar dari Indonesia.

Menjelang akhir acara, panitia menyerahkan cenderamata berupa sertifikat. Para tamu dan pimpinan kampus kemudian berfoto bersama di atas panggung, sebagian tampak mengenakan selendang mendukung Palestina, sebagai bentuk dukungan untuk rakyat Palestina. Acara ditutup dengan doa.

Melalui kuliah umum ini, STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi menghadirkan ruang belajar yang memadukan nilai keislaman, penguatan karakter, dan wawasan global bagi sivitas akademika, selaras dengan tema yang diusung: membangun generasi Qur’ani yang berdaya saing global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *